Yuk, Berkenalan dengan Anchor Text

anchor text

Dalam sebuah artikel yang diposting pada suatu website, rata-rata mengandung SEO. Fungsinya sendiri adalah untuk meningkatkan visibilitas artikel itu sendiri agar dapat muncul di halaman-halaman awal pada mesin pencarian.

Ada beberapa trik yang digunakan dalam menulis artikel ber-SEO. Salah satunya adalah dengan anchor text.

Mengenal Anchor Text

Bagi Anda yang baru pertama kali terjun di dunia kepenulisan, istilah anchor text mungkin akan terasa asing didengar.

Lalu, apa itu sebenarnya?

Anchor text merupakan potongan teks berupa kata atau kalimat yang dapat mengarahkan pada sebuah link website (baik website sendiri atau website orang lain) tertentu hanya dengan sekali klik saja.

Anchor yang digunakan biasanya akan terlihat berbeda dari kalimat lainnya karena digaris bawahi atau ditulis berwarna biru.

Penggunaan anchor text umumnya digunakan dalam membuat artikel dengan internal link, backlink, dan sebagainya. Penulisan anchor text ini juga sangat penting untuk meningkatkan SEO dan page views dengan menarik kunjungan pengguna mesin pencari agar mengunjungi website yang Anda miliki.

Jenis-Jenisnya Anchor Text Link

Letak anchor text bisa berada di mana saja. Bisa di awal, pertengahan, atau akhir paragraf. Tak jarang pula anchor text ini mengandung keyword yang juga digunakan sebagai trik meningkatkan SEO.

Penulisan anchor text berbeda-beda jenisnya. Tergantung dari kebutuhan Anda sebagai pengguna. Di bawah ini adalah jenis-jenis anchor text yang biasa digunakan para penulis artikel ber-SEO.

  1. Branded

Anchor text jenis ini menggunakan nama brand sebuah produk. Biasanya Branded Anchor ini dipakai untuk artikel yang bersifat penjualan demi memperkuat promosi pada strategi marketing, seperti pada perusahaan barang dagangan online maupun dalam bentuk jasa.

  1. Generic

Generic tak kalah sering digunakan oleh penulis artikel SEO dan juga bagus digunakan. Penulisannya pun cukup mudah karena berbentuk ajakan. Contohnya adalah klik langsung di sini atau lihat link berikut.

  1. Naked link

Anda yang tak ingin repot memikirkan kata, kalimat, atau keyword untuk membuat sebuah anchor text dapat menggunakan Naked Link sebagai gantinya.

Dengan menggunakan Naked Link, Anda cukup langsung memasukkan link url website yang diinginkan ke dalam artikel tersebut. Mudah bukan?

  1. Latent Semantic Indexing (LSI)

Dalam LSI, biasanya lebih mengarah pada penggunaan frasa maupun objek dan masih berkaitan dengan keyword utama yang umum digunakan pada mesin pencarian.

Contohnya dapat dilihat ketika Anda misalnya mengetik kamera mirrorless yang bagus pada mesin pencarian. Maka, sebelum menekan tombol enter, akan muncul beberapa pilihan kalimat atau keyword serupa yang juga disebut sebagai search related.

  1. Partial Match

Jenis anchor Partial Match ini disebut-sebut hampir serupa dengan LSI jika dilihat sekilas. Namun, sebenarnya keyword yang digunakan pada anchor text jenis ini benar-benar dibuat sendiri dan tidak begitu umum digunakan.

  1. Exact match

Dari jenisnya, Anda tentu sudah tahu bahwa penggunaannya harus tepat sasaran sesuai dengan keinginan si pengguna. Keyword-nya benar-benar mirip dengan link yang ingin disisipkan sebagai anchor text.

  1. Images

Rupanya anchor tak selamanya berbentuk teks kata atau kalimat saja, namun juga bisa dalam gambar. Anda dapat menggunakan alt tag pada keterangan gambar yang akan disisipkan artikel sebagai anchor.

Penggunaan images anchor ini dapat membuat artikel jadi berbeda dan tidak tampak monoton.

Baca Juga : 6 Tips Menghemat Baterai untuk Ponsel Android

Tanpa disadari, ternyata anchor text sebenarnya sudah sering dijumpai di artikel-artikel yang Anda baca di internet. Setelah mengenal secara singkat tentang anchor text, Anda pun setidaknya tahu jika memiliki usaha yang membutuhkan artikel ber-SEO, trik satu ini dapat digunakan.

Author: admin