Perjalanan Kasus Novel Baswedan yang Masih Belum Tuntas

Kasus Novel Baswedan

Tepat dua tahun yang lalu, seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu  Novel Baswedan, terlibat sebuah kasus penyiraman air keras oleh orang yang tak dikenal. Kasus ini sudah lama terjadi dan belum menemukan titik akhir dari permasalahannya.

Kasus Novel yang sudah tertunda selama dua tahun ini pun medapat perhatian dari berbagai pihak, tidak hanya didalam negri, bahkan hingga sampai di luar negeri.

Manager Advokasi Amnesty International Asia Pasific, Fransisco Bencosme, baru-baru ini datang secara langsung untuk mengetahui perkembangan kasusnya saat ini. Ia bahkan juga berniat untuk membantu kasusnya hingga tuntas.

Kedatangan Amnesty Internasional Amerika tersebut pun mengingatkan kita kembali akan kronologi kasus Novel yang masih menggantung hingga kini.

Kronologi kasus Novel Baswedan hingga kini

Kasus yang menimpa Novel yang sudah berjalan dua tahun ini belum juga menemukan titik terang. Pelaku yang melakukan penyiraman itu belum juga ditangkap.

Akibat kasus yang menimpanya, Novel pun dirawat di rumah sakit di Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut secara intensif. Seiring dengan perawatannya tersebut, kasus pun terus ditangani oleh pihak kepolisian hingga sampai berlalu begitu saja tanpa kabar.

Untuk mengingat kembali kasus yang dialami oleh Novel Baswedan ini, berikut adalah penjabaran kronologi kasus yang menimpa penyidik KPK ini pada dua tahun silam.

  1. Awal mula penyerangan

Kejadian bermula pada tanggal 11 April 2017. Sepulang dari salat subuh di Masjid dekat rumahnya, Novel diserang oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Mereka menyerangnya dengan menyiramkan air keras ke wajahnya.

Novel dilarikan ke rumah sakit terdekat. Ia pun mendapatkan penanganan pertama agar luka yang dialaminya tidak semakin parah. Para saksi pun ikut dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan informasi dan fakta perkara penyerangan.

  1. Desakan Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)

Sejumlah pihak, khususnya dari KPK,mendesak Presiden untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Teror yang menimpa Novel harus segera diusut tuntas, dengan harapan agar teror dan penyerangan serupa tidak akan terjadi lagi.

Setelah hampir dua bulan berselang dan tak ada hasil yang ditemukan oleh pihak kepolisian, akhirnya Komisi Nasional Hak Asasi  Manusia (Komnas HAM) bersiap untuk pembentukan TGPF. Sejumah tokoh dari koalisi masyarakat diajak untuk bekerja sama demi membantu menuntaskan kasus ini.

  1. Sketsa wajah pelaku diumumkan

Tujuh bulan berselang, November 2017, pihak kepolisian secara resmi mengumumkan hasil akhir sketsa wajah terduga pelaku yang sesuai dengan apa yang dilihat para saksi dan rekaman cctv. Hasil sketsa tersebut juga merupakan hasil kerja dama pihak kepolisian dengan tim Australian Federal Police (AFP).

Lihat Juga : Bingung Daftar Situs Poker Terpercaya? Cek Informasinya Berikut!

Sebelum hasil akhir sketsa ini diumumkan, pada akhir Juli 2017, Kapolri Jenderal Pol, Tito Karnavian, sempat merilis sketsa dan ciri-ciri perlaku penyerangan berdasarkan keterangan yang diberikan oleh para saksi.

  1. Ketidakjelasan kelanjutan kasus

Hingga luka Novel sudah pulih, kasus ini belum juga menemukan titik penyelesaian. Bahkan hingga hampir dua tahun berlalu sejak peristiwa terjadi, pelaku penyerangan belum juga ditangkap.

Kasus ini seakan dibiarkan begitu saja. Tidak ada kejelasan atas kelanjutan kasus ini.

  1. Dua tahun setelah kasus terjadi

Setelah kasus ini menguap, pada awal tahun 2019 polisi baru mulai membentuk TGPF yang merupakan tindak lanjut dari TGPF Komnas Ham sebelumnya pada 2017.

Hingga dua tahun bergulir, barulah kasus ini kembali mendapat perhatian dan ditindakanjuti pencariannya.

Bulan Maret 2019 lalu, Amnesty Internasional Amerika datang untuk membantu menyelesaikan kasus Novel pada 11 April 2017. Bantuan ini diharapkan dapat menolong kasus ini kepada titik terang.

Sampai saat ini, Novel masih menanti kejelasan tindak lanjut kasus yang menimpanya. Semoga saja kasus ini dapat segera terselesaikan dan menemukan titik penyelesaian yang pasti.

Author: admin