Flashback: Mengenang Peristiwa G30s PKI

Berita Politik Terbaru Dan Terupdate

Kejadian pada tanggal 30 September hingga 1 September 1965 merupakan salah satu mimpi buruk yang dialami oleh bangsa Indonesia. Kejadian ini kita kenal dengan Gerakan 30 September (G30SPKI).  Peristiwa ini menelan banyak nyawa termasuk 7 perwira tinggi milter Indonesia yang dibunuh akibat usaha melakukan kudeta ini.

Sudah hampir 54 tahun peristiwa keji ini terjadi, rasa sakit yang dialami para korban dan keluarganya tidak akan dengan mudah hilang begitu saja. Rasa kemanusiaan dan hati nurani seakan sudah menghilang dan dengan teganya mengakhiri hidup orang lain bahkan orang orang yang tak bersalah.

Peristiwa ini bukanlah suatu peristiwa yang baik untuk dikenang namun sejarah tidak akan pernah terhapus. Kita bisa belajar dari peristiwa ini untuk mengingat betapa keji kelakuan manusia manusia tak berhati nurani dan betapa kuatnya kita sehingga bisa bangkit dari keterpurukan.

Namun, jangan jadikan ini sebagai sebuah trauma yang membuat kita mudah terhasut oleh issue akan peristiwa masa silam.

Mengenal Sejarah PKI

Gerakan ini merupaka gerakan yang ditunggangi oleh Partai Komunis Indonesia salah satu Partai Komunis terbesar di dunia dengan anggota mencapai 3.5 juta jiwa.

PKI juga menjadi pengawas dan memiliki kontrol terhadap beberapa pergerakan dan organisasi lainnya seperti Pergerakan Serikat Buruh, Barisan Tani Indonesia, Gerwani, Organisasi Penulis dan Artis serta Pergerakan Sarjana.

Dengan perkumpulan pergerakan pergerakan tersebut, pendukung PKI diperkirakan berjumlah lebih dari 20 juta jiwa. PKI juga disebut sebut mendapatkan dukungan dari Presiden Soekarno.

Isu-isu Penyebab G30SPKI

Sebelum terjadinya peristiwa G30SPKI, tersebar isu bahwa beberapa petinggi Angkatan Darat ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan Soekarno. Dikabarkan bahwa Soekarno sudah memerintah para pengawalnya untuk melakukan penangkapan terhadap petinggi Angkatan Darat, namun pembunuhan terhadap petinggi AD tersebut sudah dilakukan oleh oknum oknum di Lubang Buaya.

Isu lain yang berkembang ialah Isu dokumen Gilchris. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Angkatan Darat sudah dibeli oleh pihak barat. Namun diketahui bahwa dokumen ini sudah dipalsukan isinya oleh Intelejen Ceko.

Isu yang juga berkembang akibat peristiwa ini ialah Soeharto sudah mengetahui bahwa akan terjadi peristiwa naas tersebut, namun beliau membiarkannya demi mendapatkan keuntungan sendiri.

Keterlibatan Soeharto dalam gerakan ini dibahas dibeberapa jurnal seperti “Secret; Priority; Roger Channel; Special Handling), John Roosa (Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia), Prof. Dr. W.F. Wertheim (Serpihan Sejarah Thn 1965 yang Terlupakan)”.

 

Pahlawan Revolusi

Dari peristiwa tersebut, para petinggi Angkatan Darat gugur. Pemerintah telah menetapkan 10 Pahlawan Revolusi dari peristiwa tersebut. 7 Diantaranya ditemukan di sebuah sumur yang memiliki diameter 75cm serta kedalaman 12 meter pada tanggal 1 Oktober.

Namun, mayat tersebut berhasil ditemukan oleh Agen Polisi Dua Sukitman TNI AD pada tanggal 3 Oktober 1965.

Berikut daftar nama 7 Pahlawan Revolusi yang ditemukan di Lubang Buaya

  1. Jenderal Ahmad Yani, mayatnya ditemukan dalam kondisi penuh luka tembak
  2. Letjen Suprapto, jenderal bintang 3 ini ditembak hingga meninggal
  3. Letjen Siswondo Parman, ia adalah sosok yang menolah pembentukan angkatan kelima
  4. Mayjen D.I Pandjaitan
  5. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
  6. Kapten Pierre Tendean
  7. Mayjen TNI M.T Haryono

Selain ketujuh nama tersebut, nama yang juga menjadi perhatian kala itu ialah tewasnya seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang merupakan putri bungsu Jenderal Besar Dr. Abdul Harris Nasution, Ade Irma Nasution. Ade tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahnya.

Peristiwa G30SPKI merupakan peristiwa paling buruk sepanjang kemerdekaan Indonesia, peristiwa ini selalu dikenang pada tanggal 30 September setiap tahunnya. Pada tanggal 1 Oktober, juga dikenal sebagai hari kesaktian Pancasila.

Author: admin