Cerita Tentang Soeharto Setelah Lengser yang Tidak diketahui Banyak Orang

berita politik terbaru dan terupdate

Sosok Soeharto merupakan salah satu sosok penting bagi kehidupan negara ini. Presiden kedua Republik Indonesia ini menjadi Presiden terlama yang memimpin negeri.  Banyak yang mendukung kepemimpinan beliau namun tak sedikit juga yang menentang keras.

Puncaknya pada tahun 1998 Presiden yang sudah memimpin Indonesia selama 32 tahun harus melepaskan tahta seorang Presiden kemudian digantikan oleh Wakil Presiden kala itu, B.J Habibie.

Setelah keruntuhan era Soeharto, Indonesia sibuk menyusun kembali tata negara dan ekonomi yang hancur karena krisis ekonomi tahun 1998. Disaat rakyat Indonesia sedang membangun kembali negara ini, banyak cerita cerita yang tidak diketahui yang dialami oleh Soeharto.

Cerita Soeharto Setelah Lengser

Setelah 32 tahun akhirnya Soeharto harus berhenti menjadi pemimpin negeri ini dia harus menutup lembaran orde baru dan melepaskan tahtanya kepada BJ Habibie untuk memimpin era baru Indonesia, era reformasi.

Setelah tidak menjadi orang nomor satu di negeri ini Soeharto banyak perubahan yang terjadi pada diri Soeharto. Banyak cerita cerita yang tak terungkap dari mantan orang nomor satu tersebut.

Berikut ialah cerita-cerita dan hal yang terjadi pada Soeharto setelah lengser yang tidak diketahui banyak orang.

  1. Tidak ingin dikawal

Soeharto tidak ingin kehidupan sehari harinya dikawal layaknya ketika dia menjadi seorang Presiden. Hal ini membuat pengawalnya saat itu kebingungan karena sebagai Mantan Presiden pun Soeharto masih mendapatkan pengawalan.

 

Akhirnya Maliki sang pengawal mencoba berbagai cara agar Pak Soeharto tetap dalam pengawalan mulai dari penyamaran polisi pengawal hingga berkoordinasi dengan petugas lampu lalu lintas.

 

  1. Tidak banyak bicara

Perubahan yang mendasar yang disadari oleh orang orang terdekat Soeharto ialah Soeharto jadi jarang bicara.

 

Bahkan setelah dirinya membacakan pidato pengunduran dirinya di gedung DPR/MPR, dia hanya berdiri setengah membungkuk sambal menyilangkan tangannya diperut untuk berpamitan dengan yang lain.

 

  1. Keluar masuk rumah sakit

Ketika beliau mengundurkan diri dari jabatanya sebagai seorang Presiden, Soeharto sering menghabiskan hari harinya dengan keluar masuk rumah sakit.

 

Pada tahun2003 hingga 2008 kondisi kesehatan beliau sering dikabarkan memburuk. Puncaknya pada 27 Januari 2008 beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat pertamina Jakarta, kemudian beliau dimakamkan disamping makam Bu Tien.

 

  1. Tidak mau bertemu banyak orang

Sebagai seorang Presiden tentunya Soeharto sering bertemu dengan orang orang penting demi membahasa kepentingan negara, namun setelah lengser Soeharto justru tidak menerima banyak tamu dan tidak ingin bertemu dengan banyak orang.

 

Beliau lebih sering berdiam diri di rumahnya di Cendana, meskipun banyak petinggi militer yang ingin bertemu beliau namun Soeharto menjadi sangat sulit untuk ditemui.

 

  1. Bertemu dengan mahasiswa

Reformasi sangat identik dengan keberadaan Mahasiswa yang menjadi pemeran utama jatuhnya kekuasaan Soeharto. Namun ternyata setelah lengser ada sekelompok Mahasiswa yang berhasil menemui Soeharto.

 

Mahasiswa ini disambut kedatangannya dan mereka berbicara salah satunya mengenai keberhasilan serta kegagalan pembangunan era orde baru.

Sebagai salah satu orang yang paling berkuasa di negeri ini selama 32 tahun banyak hal menarik yang bisa dikupas dari seorang Soeharto. Dibalik banyaknya kontroversi terhadap dirinya, isu KKN yang melekat pada era pemerintahannya, Soeharto tetap menjadi seorang yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.

Bahkan setelah dirinya lengser masih banyak rakyat yang ingin mengetahui bagaimana kehidupannya setelah mundur setelah hampir 4 windu memimpin negeri ini.

Author: admin